Kesukaran Ibu Punya Anak Batita

82 comments
Kesukaran ibu
Mempunyai anak menjadi kebahagiaan tersendiri. Namun, ada saja kesukaran ibu ketika punya anak batita. Dimana tugas ibu menjadi lebih banyak. Menguras tenaga lahir dan batin. 

Terkadang terjadi benturan antara waktu untuk menjalankan tugas rumah tangga, mengasuh anak dan beribadah. Ketika semua itu tidak jalan beriringan, seorang ibu akan mudah emosi. Anak batita bisa saja kena bentak, marah dan bahkan dijewer. Khusus jewer menjewer sebaiknya jangan dilakukan, sebab menurut sahabatku Icha Marina, ketidaksengajaan menjewer dapat mempengaruhi perkembangan mental anak.

Duh, jangan sampai deh, gara-gara kesukaran ibu punya anak batita, perkembangan anak di masa datang rusak. Dalam kata lain ibu merusak masa depan anaknya sendiri.

Sebenarnya kunci menyelesaikan kesukaran ibu punya anak balita adalah pada ibadah. Atau kedekatan sang ibu pada Allah, karena Dialah yang memberikan kemudahan dan rasa lapang dalam berbuat pada sang ibu.

“Lha … boro-boro ibadah, shalat yang wajib saja sering keteteran,” kata beberapa ibu di komunitas ibu-ibu.

Baik, kalau begitu kita sama-sama komitmen untuk menjaga ibadah yang wajib ini dulu yaitu menjaga shalat. Nah, agar bisa menjaga ibadah shalat, tips berikut bisa dilakukan:

Niatkan semua pekerjaan karena Allah Swt

Jadi seorang ibu itu berat. Apalagi seorang ibu yang harus bekerja di luar untuk membantu perekonomian keluarga. Sudah bekerja di luar rumah, tiba di rumah harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak batita yang perlu perhatian besar.

Duh, rasanya nikmat banget. Bisa dapat menyandarkan bahu sebentar saja sudah senang. Namun kesukaran ibu punya anak batita tersebut tidak jadi halangan untuk dekat dengan Allah kalau niatkannya karena Allah Swt, Insya Allah semua menjadi ringan. Tidak menjadi beban. Jalani saja dengan iklhas bak air mengalir.

Ikhlas yang kita lakukan tersebut sudah menjadi amalan ibadah batin. Sementara, shalat, adalah ibadah dzohir. Tidak ada cara yang lebih baik selain niat ikhlas dan melakukan shalat.

Prioritaskan ibadah, khususnya shalat menjadi yang pertama

Kesukaran ibu punya anak batita menjadi tantangan tersendiri. Beribadah terasa sulit. Yang sering dikeluhkan adalah susahnya menjaga shalat lima waktu. Benar saja, untuk shalat terkadang baju terkena air kencing anak. Baru akan shalat anak sudah menangis kuat. Akhirnya menunggu sang anak untuk tidur. Karena kelelahan, sang ibupun ikut tertidur. Al hasil, waktu shalat terlewat. 

Nah, memprioritaskan ibadah shalat dapat dilakukan dengan cara tetap menjaga waktu shalatnya. Ketika azhan terdengar, segera ganti pakaian khusus untuk shalat. Mandi terlebih dahulu, lalu wudu’. Ketika akan shalat, bila anak menangis biarkan saja. Tetap lakukan shalat. Untuk pertama kali, anak akan menangis. Tetapi selanjutnya, anak akan diam. Anak akan belajar dari indra penglihatannya, ketika ibunya shalat, menangis seperti apapun. Sang ibu tidak akan mengambilnya. Besok hari, dia tidak akan menangis lagi.

Melakukan pekerjaan rumah setelah melakukan ibadah shalat akan terasa ringan. Tidak terbebani. Ada rasa bahagia yang tertanam dalam hati. Bonusnya, sikap anak yang butuh perhatian tidak mengundang emosi sang ibu lho. Jadi tidak perlu cubit-cubit.

Meminta bantuan suami, untuk menjaga ibadah

Kesukaran ibu punya anak batita akan teratasi juga jika suami mau bersinergi membantu istri. Mintalah kepada suami ikut menjaga batita, jika benar-benar mengalami kesukaran. Ajak suami berdiskusi. Bicarakan baik-baik. 

Tiga tips diatas dapat membantu kesukaran seorang ibu ketika punya anak batita. Silahkan sharing yuk di kolom komentar, kira-kira apa saja kesukaran dan bagaimana menyikapinya!
Halaman Sekolah
Linda Puspita di Halaman Sekolah mencoba belajar dan berbagi, mengasah bakat dan berkomitmen untuk selalu produktif dalam menulis. Blogger, Freelance Writer and Teacher.

Related Posts

82 comments

  1. Bener banget, wkwkk mau berdoa aja semua uda pada ngerubut. Bismillah, niat mencari rida Allah aja..

    ReplyDelete
  2. Saya ngerasa banget gimana susahnya menjaga salat saat memiliki bayi. Seharian rewel dan saat dedek tidur enggak sengaja ikutan tidur alhasil salatnya terlewat. Entah nanti saat dedek udah bisa merangkak dan jalan gimana repotnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nikmat banget rasanya ya kak, semoga diberi kemudahan dalam mengurus batita.

      Delete
  3. Pas banget sih tulisanya sama yang aku alami saat ini :)
    Seringkali ketika lelah itu memuncak, ketika melihat buah hati tertidur, lelah itu seketika hilang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. anak batita disuruh tidur terus ya kak, supaya bisa begawe.

      Delete
  4. Bener banget kak linda, anak akan terbiasa melalui indra penglihatannya. Ketika dilihat mamanya sholat pasti akan diam-diam duduk di sekitar mamanya. Mungkin sebaiknya pintu di tutup trus anak dibilangin "mama sholat ya nak. Adek diam disamping mama"

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, meskipun bertambah besar si batita ada aja tingkahnya ketika kita shalat.

      Delete
  5. Apalagi semenjak punya anak dua wah berasa bgt nih aku, Mbak Linda. Aku terbantu dg buat jadwal harian sih mbak walaupun sering meleset. Tapi setidaknya jadi tahu hr ini targetnya apa saja. Plg penting mmg anak, sisanya ngikutin hhee. Syujur2 ketika bpkny wfh jadi bs bantu ngasuh heh

    ReplyDelete
    Replies
    1. anyway tetap semangat mbak linda, semoga semua lelah kita karena Lillah

      Delete
    2. Karena lillah lelahpun hilang ya kak.

      Delete
  6. Sebenarnya karena sama2 wajib baik salat maupun menjaga anak, sejatinya kita dimampukan kok melaksanakan keduanya. Allah pasti kasih jalannya. Bener dengan tips2 yang mbak tulis tuh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya keinginan kita aja yang diperkuat agar dua-duanya seiring.

      Delete
  7. Benar sekali, Mbak... kunci menyelesaikan kesukaran ibu punya anak balita adalah pada ibadah. Dengan niat, prioritas dan sinergi dengan suami Insya Allah semua akan teratasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan saya seperti diingatkan ini hihihi...biar ga mudah emosi
      Karena ketika semua hal yang kita harapkan tidak jalan beriringan, pasti akan mudah emosi. duh

      Delete
    2. Iya betul kak, entah mengapa ketika pekerjaan kita tidak beres, rasa emosi itu meluap-luap.

      Delete
  8. Point pentingnya memang ya ... konsisten menjaga ibadah dan minta suami menjaga ibadah kita. Soalnya ada ibu yang pakai alasan punya anak bayi jadi dia gak bisa shalat. Na'udzubillah, sayang sekali. Kalau suami mengerti maka bisa sama-sama menjaga ibadah, ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayoo kak, colek suaminya supaya mau diajak bersinergi untuk menjaga ibadah.

      Delete
  9. Bisa ditambah dengan komunikasi sama balita kali ya, kak. Daku termasuk yang sering ngobrol sama anak dari bayi. Misal, mau solat atau mau ke kamar mandi. Kaya izin gitu. Ntar kalo nangis ya diabaikan dulu selama ga bahaya

    ReplyDelete
  10. Wah, seru nih tips mendewasakan anak saat ibunya shalat.
    semoga bisa ditiru para ibu yang lain agar tetep bisa memprioritaskan shalat.

    ReplyDelete
  11. Yang paling menantang itu kalau LDM dengan suami, lalu kudu jaga anak bayi dan kakaknya seorang diri.
    Pas Magrib dan Subuh tuh, luar biasa effortnya.
    Dulu nggak jarang saya menggendong si bayi sampai sholat, lalu dia keterusan minta gendong, etdahhh hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga dimudahkan ya kak jalannya. memang lebih tinggi tingkat kesukarannya kalau tidak ada suami di dekat kita.

      Delete
  12. Tips yang sangat bagus Mba.. Setuju tantangan utama jaga anak sambil kerja itu jaga ibadah kita.. Suka keteteran haha..

    ReplyDelete
  13. Bener banget ini kak Linda.. saya pun merasakan gimana saat aktif beribadah Allah malah memudahkan pengurusan anak. Ketika lalai, pekerjaan malah gak siap-siap kak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah, sumpek rasanya ya. penen marah. pengen nangis sendiri.

      Delete
    2. Hihi kadang kalo udah gitu kak cuma inget aja ini ladang pahala.. biar tenang.

      Delete
  14. Mbaaa, aku gagal fokus dengan desainnya mbak Linda. Bagus banget. Btw punya anak batita emang lagi lucu-lucunya ya mbak. Tapi juga saking aktfinya kadang ibu suka kesel ya mbak hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayoo buat sama-sama. masih kasar itu mbak. Hihihi

      Delete
  15. Makasih sudah diingatkan mbak.
    Saya masih belum dikarunia anak, tapi memang kepengen.
    Makasih sudah membuka mata, bagaimana hebatnya seorang ibu mengurus anak anaknya.

    ReplyDelete
  16. Saya sering banget lihat kakak saya yang punya anak batita ini riweuh banget, baru kelas wudhu anaknya udah nempel minta gendong, kadang sholat digendong, ternyata jadi ibu perjuangan banget ya mbak Linda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, apalagi harus kerja diluar rumah. rumah jarang bersih pokoknya.

      Delete
  17. Punya Batita itu antara senang dan melelahkan ya mbak. Kalau sudah besar mereka mana mau lagi kita cium cium, hehehe

    ReplyDelete
  18. Kl sudah meniatkan semuanya karena Allah, insyaallah kesukaran demi kesukaran akan terlampaui ya Bun,, saya nih sedang ngetik komen ini aja lomba sm anak balitanya nih, hihi...cepet²an rebutan hp. Seru

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. saya kalau buka ponsel tunggu anak-anak tidur bun. Kalau gak gitu dia akan bilang, ummi boleh pinjam hpnya sebentar. Huhuhu

      Delete
  19. Saya ngalamin nih dengan dua balita yang satu aktif, yang satu takut orang, dan akhir akhirnya ini gak mau ikut yang lainnya. Ibadah jadi sering terkendala. Sholat gak bisa selalu di awal waktu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita dimudahkan dalam menghandle waktu ya kak.

      Delete
  20. tulisan ini membuat saya sadar. saya bersyukur sekali di rumah masih ada yang bantu urus anak. jadi untuk sholat saya nggak kesulitan. paling2 anak nangis saja, trs didekatkan ke saya waktu sholat udah diam. lucu juga, narik2 mukenah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Kalu narik aja gak papa kak. Ini udah duduk di atas kalau pas sujud.

      Delete
  21. Wah, saya udah ngalamin yg kayak ginian. Hehe..
    Kadang karena emang tinggal sendiri di rumah sementara suami kerja duh kerasa banget rempong nya. Masak, bersih2 ampe sholat pun aku gendong. Alhamdulillah anak2 dah gede sekarang. Klo ada yg nulis kayak gini saya senyum2 sdr ingat kerempongan masa lalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah berarti sudah melampaui ya kak. Alhamdulillah. Boleh dong kak share trik yang pernah dibuat untuk kesukaran ibu punya batita waktu itu.

      Delete
  22. Senangnya kita kl mendekatkan diri pada Allah, berasa dapat kekuatan gitu ya Bun kl sedang mengalami kesukaran ngurus anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang jelas hati jadi tenang ya kak. Jadi semua terasa ringan.

      Delete
  23. mengurus batita emang susah-susah gampang y mba, apalagi kalau pengalaman pertama

    ReplyDelete
  24. Insya Allah walau punya batita tetap prioritaskan ibadah. Benar mbak peran suami atau keluarga lain juga sangat membantu agar ibadah lancar.

    ReplyDelete
  25. Makasih sharingnya mbak. Kebetulan nih puteri kedua saya sedang dalam usia balita, yang pastinya lagi aktif-aktifnya. Makasih sudah diingatkan untuk tetap prioritaskan ibadah :)

    ReplyDelete
  26. Masya Allah, poinya tersampaikan mbak..
    Semoga segala kesukaran, keltihan dalam merawat Batita menjadi amal ibadah.
    Pointerakhir bener banget tuh mbak, sebagai seorang suami saya jg berdiskusi dengan istri saya dan membagi tugas untuk mengurus Batita. Alhamdulilah, tidak ada yang sukar da bisa saling memahami.Saya juga turut serta dalam menjaga dan mengurus anak anak saya di rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah semoga yang kakak lakukan dapat ditiru para suami lainnya ya, supaya dapat saling menjaga ibadah sang istri.

      Delete
  27. bahkan dengan memiliki anak balita saja membuat ibunya susah beribadah dan bahkan sukar juga melakukan pekerjaan lainnya, mungkin di sinilah pentingnya sang suami harus ikut membantu pekerjaan rumah tangga bersama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul kak, hayoo gotong royong. salin menolong suami istri.

      Delete
  28. Setuju banget Kak, apa pun kalau diawali dengan niat ibadah semuanya bakal diberi jalan sama Allah ya Kak. Semuanya jadi mudah.

    ReplyDelete
  29. Terimakasih atas tips nya mba. Ini penting sekali buat para ibu agar tidak mudah lelah mengasuh anak-anak.
    Komitmen ibadah di awal waktu dan rasa ikhlas memang menjadi penawar segala letih

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau lillah dulu, insya allah lelahnya hilang. maksudnya lelah bisa hilang namun investasi akhirat tetap kekal.

      Delete
  30. Tentu anak merupakan anugerah terindah bagi semua pasangan suami istri,menjadi pelipur hati orang tua meskipun terkadang pola tingkah laku nya kadang membuat letih.
    Dan tentu saja suami istri harus saling mendukung satu sama lain dalam mengasuh anak supaya balance

    ReplyDelete
  31. Kembali ke ibadah, ya. Ini seperti para ibu di masa lalu yang sangat terjaga ibadahnya sehingga anak tetap selamat dan dalam kondisi terjaga messki tak ada telepon untuk mengeceknya.
    TErima kasih untuk remindernya

    ReplyDelete
  32. MasyaAllah, terimakasih untuk artikel nya , setelah membacanya menjadikan pengingat untuk saya.

    ReplyDelete
  33. Kalau sudah besar rasanya ingin bayi balik ke batita ya

    ReplyDelete
  34. Sesukar apapun mengasuh anak, orang tua harus sabar ya.. ngeluhnya sekadarnya saja. Apalagi dibarengi niat yg benar, pasti jadi ibadah

    ReplyDelete
  35. Wah bener nih mbak pengalaman temanku yang sering di jewer di masa kecilnya sudah dewasa jadi trauma kalau lihat anak kecil nangis karena inget masa kecilnya yg suka dijewer heuheu sedih deh ceritanya

    ReplyDelete
  36. Kesukaran seorang ibu memiliki anak balita tak akan dialami jika sang suami dengan ringan tangan mau membantu sang istri.
    Jika sang istri sedang kerepotan ada baiknya sang suami menjaga anak,atau paling tidak nggak membuat ibu ngerasa tertekan karena dimarahi akibat kurang luwes.
    Disitulah terkadang ibu merasa stress dan melampiaskan ke anak, dan menjadikan anak sedikit trauma dimarahi ibu nya.

    ReplyDelete
  37. Yup . . Sepakat memiliki dan merawat batita tidak mudah butuh kerjasama yang solid bersama pasangan

    ReplyDelete
  38. Ini aku banget huhu. Makanya kerjain artikel atau pekerjaan kantor cuma bisa pas dia tidur. Ya Allaah. Udah 6 bulan begadang terus. Rasanya tidur nambah sejam aja seneng banget

    ReplyDelete
  39. Kesukaran ibu yang mempunyai banyak aktivitas banyak super nih ya kak, bukan hanya sebagai ibu rumah tangga aja, misalnya punya bisnis online, hobby nulis, bisa tersita karena anak batita ya kak.

    ReplyDelete
  40. iya punya anak batita pasti ada kesulitan sendiri ya. kaya kakak saya punya 2 anak masih batita, yang satu baru 4,5 tahun yang satu baru lahir. wah repotnya hihi. kadang saya yang bantuin aja suka kerepotan. makasih mba sharingnya.

    ReplyDelete
  41. Saya ngerasain banget susahnya shalat waktu punya bayi, tp sekarang di usia 3 udah bisa dikasih pengertian, Alhamdulillah

    ReplyDelete
  42. Kesukaran yang kelak dirindui, kudu pinter memanfaatkannya ya Kak. Anak sata sulung baru 2 tahun ketika adeknya lahir. Jadi rempongnyaaa banget banget

    ReplyDelete
  43. Pantas saja surga ada di telapak kaki ibu, ternyata menjadi ibu perjuangannya begitu banget. Semangat teruus ya mbak

    ReplyDelete
  44. Terasa ya lelah punya batita tetapi ada rasa kebahagiaan ketika melihat pola mereka yang lucu, duh mama aku dulu besarin 5 anak sendiri tanpa bantuan papa. Soalnya papa kerjanya lokasi, jauh dan tak bisa pulang tiap saat

    ReplyDelete
  45. Luar biasa perjuangan seorang ibu

    ReplyDelete
  46. Wah bener bgt nih mba. Apa2 semua di berantakin rmh gak pernah rapih tapi gak papa yang penting anak senang. Tapi sekarang anak dah ku ajarin cara merapih kan main sendiri

    ReplyDelete
  47. Bener banget, tantangannya punya batita itu banyak banget. Kudu banyak juga stok sabarnya. Kerja sama yang bagus antara suami istri sangat diperlukan

    ReplyDelete
  48. Tetap semangat ya mom untuk bisa mengurus anak yg batita, dan saya bisa baca dari pengalaman orang lain melalui tulisan saat menjaga batita

    ReplyDelete

Post a Comment