4 Alasan Menulis Blog Versi www.halamansekolah.online

63 comments

HAMKA dikenal sampai masa ini karena tulisannya. Petuahnya masih didengar, semangatnya masih menyebar, ilmunya masih dimanfaatkan, mengalir dari generasi ke generasi. Sesuai janji-Nya, pahala beliau juga akan terus bertambah sampai zaman berakhir. Itu adalah salah satu alasan idealis kenapa aku menulis, ingin menebar manfaat seperti beliau.

Aku mulai belajar menulis awal tahun 2009. Berkeinginan agar tulisanku dimuat di surat kabar. Namun, masih mengalami penolakan. Setelah kubaca-baca lagi ternyata memang tulisanku pada waktu itu hancur. 

Kemudian, tahun 2018 aku aktif di komunitas bisa menulis media sosial, harapannya setiap tulisan yang diposting dilirik, baik cerpen atau cerbung lalu dipinang oleh penerbit. Lagi-lagi, belum rejekinya. Hanya beberapa yang dibukukan dalam antalogi.

Sampai akhirnya, tekad menulis sedikit goyah karena kritikan seorang teman. Inti kritikannya menulis fiksi itu tidak diperbolehkan. Bisa jadi ketika berimajinasi setan ikut berperan, ikut main di dalam pikiran kita dan menyesatkan. Pun, masih katanya membuang-buang waktu. Lebih baik untuk belajar, untuk menghafal. Aku disodorin dalil-dalil. Tentu, aku yang awam dan sebagai hamba yang ingin berbuat, sedikit guncang yang ada dalam hati. Namun, balik lagi. Berfikir positif saja. Barangkali teman tersebut berniat baik. Sayang sesama teman. Lalu, aku berinisiatif menulis kisah nyata dengan bumbu fiksi saja. Malah aku tidak mengalami kesulitan dalam berimajinasi.
Alasan Menulis Blog
4 Alasan Menulis Blog Versi halamansekolah.online

Alasan Kenapa Menulis Blog

Pada 2020, aku mulai menulis artikel di blog. Bukan karena temanku itu. Tapi murni panggilan perblogan. Menurut pengamatanku, google lebih suka artikel. Buktinya DA-ku tidak beranjak dari 1 selama berbulan-bulan posting cerpen dan puisi di blog. Sekitar bulan Mei 2020, aku mulai posting artikel. Alhamdulillah, ada perubahan di DA. Betapa senangnya ketika pada pertengahan Agustus, halamansekolah.online sudah beriklan.

Aku semakin menikmati jadi blogger. Percaya diri kian ikut berkembang tak kala beberapa artikel dimuat juga di platform berbayar. Lalu dapat rejeki juga menjadi peserta terbaik dalam challenge menulis artikel selama 21 hari di MakmoodPublishing. 

Namun, rasa di hati terhempas lagi. Semangat ini turun lagi. Naik dan turun seperti gelombang. Ada yang membuat semangatku sedikit surut. Sindirin dari teman kerja, katanya, “Aku tidak suka orang yang share info-info, belum tentu orang tersebut ngerjain.” Kata-kata itu bertepatan setelah artikelku yang berjudul tips agar tidak tertidur setelah Subuh di Bulan Ramadhan.  Ingin langsung menjawab,”membeli kain kafan, tidak harus meninggal dulu, ‘kan?”. Tapi hal itu urung kulakukan, aku hanya pura-pura tidak mendengar. Aku hanya berfikir, mungkin ini masukan agar aku konsisten terhadap apa yang telah aku pelajari dan tulis.

Sebuah kenyataan, kita tidak bisa mengontrol perasaan orang lain untuk menyukai diri ini. Di kehidupan, ada dua jenis orang yang akan merespon kehadiran kita. Menyukai dan tidak menyukai. Sebaik apapun yang dikerjakan jika di hati tidak ada rasa suka, diri tetap dipandang debu yang dikucek dari mata mereka. Duh! 

Alasan Menulis Blog
Alasan Menulis Versi Halamansekolah.online
Nah, supaya tetap semangat biasanya aku mengingat lagi apa alasan menulis blog:

Menulis untuk Berbagi

Ilmu bernilai 7 yang dibagikan masih lebih bagus daripada ilmu bernilai 10 yang hanya disimpan sendiri. Membagi ilmu yang sedikit jauh lebih baik daripada menyimpan banyak ilmu untuk diri sendiri. Isa Alamsyah

Aku mulai tidak mendengar bisikan yang menjatuhkan. Aku tetap berdiri pada niat awal apa alasan menulis. Ingin berbagi. Tentang yang kutahu, tentang yang kulihat dan tentang yang kurasakan. Tentang apapun yang layak dibagikan pada dunia. 

Menulis untuk Investasi Akhirat

Aku ingin abadi dalam ingatan orang-orang tersayang, terutama anakku. Aku takut suatu hari kalau aku sudah mati, dia lupa aku. 

Itu adalah motivasi utama seorang penulis keren yang bernama Monica Anggen. Penulis buku best seller. Beberapa karyanya yang best seller:
  1. Ngagak Usah Kebanyakan Teori Deh. . . ! 
  2. Yakin Selamanya Mau Di Pojokan?! 
  3. 99 Cara Berpikir ala Sherlock Holmes 
  4. 99 Cara Mengasah Intuisi ala Sherlock Holmes 
  5. 99 Cara Perbedaan Mengelola Waktu Miliarder vs Orang Biasa 
  6. 99 Cara Bangkit dari Keterpurukan Miliarder vs Orang Biasa
Duh, jujur buatku iri. Investasi akhiratnya sudah banyak. Dia memang sangat totalitas dalam menulis. Pada suatu kesempatan di kelas Growthing, beliau memberikan materi motivasi menulis dari motor. Ia mengetik jawaban dari pertanyaan peserta dari sana. Amazing bukan? 

Penulis akan tetap hidup meskipun dirinya telah tiada. Karyanya tetap abadi mengalirkan pahala yang terus menerus. Inilah alasan menulis terbesar saya agar punya investasi akhirat.

Menulis untuk Lebih Berfikiran Positif

Positif! Dengan menulis kita terasah untuk selalu berfikiran positif. Hukum alam sih, jika kita menulis hal yang baik, tentu berasal dari pikiran dan asupan yang baik juga.  Asep Mahfudz (2012) mengatakan bahwa ucapan dan tindakan manusia merupakan produk dari apa yang dipikirkan. What you think you real. Apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi.

Menulis untuk Lebih Produktif

Ketika menulis kita jadi lebih produktif. Banyak baca buku. Banyak melakukan riset. Banyak mengamati. Banyak berbuat dan lebih berani dan percaya diri. 

Aku orangnya tipe kurang percaya diri. Namun, semenjak terjun di blogger sedikit demi sedikit percaya diri muncul. Contohnya, pada acara pendampingan dasa wisma. Aku memberanikan diri ngambil gambar istri bupati selaku ketua PKK kabupaten. Eh, dapat kesempatan pula berfoto disamping beliau. Duh, aku norak ya?
Alasan Menulis Blog
Menulis Blog Meningkatkan Produktifitas
Kata mbak Monica,” alasan menulis harus dipertimbangkan matang-matang karena dalam prosesnya tidak seperti kita lihat. Tidak seperti yang kita bayangkan. Nulis. Posting di Blog. Lalu share. Dapat penghasilan.

Nyatanya, tidak seperti itu. Banyak proses aral melintang yang butuh energy, kewarasan dan quota internet tentunya. Harus tahu teknis blog. Usaha keras menaikan DA (domain authority) dan PA (page authority). Butuh kesabaran ketika mendapati penghasilan yang tertera di adsance tidak sesuai yang dibayangkan.

Terkadang aku suka bertanya dalam hati. Aku menulis di hening malam. Di saat orang-orang lain tidur. Untuk apa? Untuk Siapa? Apalagi ketika dishare viewnya hanya bijian. Jadi, gimana apa berhenti saja? Aku balikan lagi hati, untuk mengingat alasan menulis yang pernah kutanamkan dalam hati dan masih tertulis rapi di catatan pribadi. 

Alhamdulillah, pathner hidupku mendukung. Kalau aku kurang mood menulis dia biasanya mengajak keluar bersama anak-anak. Mampir ke toko buku. Numpang baca sebentar. Lalu, jika ada kesempatan mengajakku sharing. Kata-kata yang kuingat, “kerjakan yang tidak kita suka.”

Maksudnya kerjakanlah apa-apa yang tidak kita suka. Kita tidak suka lembur malam hanya untuk menulis, tapi kerjakanlah. Kita gak suka kerja keras, enak leyeh-leyeh tapi kerjakanlah. Kita gak suka dipresure tapi kerjakanlah. Nanti akan ada hadiah diluar dugaan kita yang dihadiahkan Allah.
Terlepas dari semua alasan menulis diatas, semoga dari sebuah tulisan yang terlahir bisa menjadi jalan kita semakin dekat kepada yang memberi hidup. Kalau alasan menulis teman-teman apa, sharing ya di kolom komentar!

Halaman Sekolah
Linda Puspita di Halaman Sekolah mencoba belajar dan berbagi, mengasah bakat dan berkomitmen untuk selalu produktif dalam menulis. Blogger, Freelance Writer and Teacher.

Related Posts

63 comments

  1. Setuju banget nih aku, menulis supaya produktif juga berpikir positif.

    ReplyDelete
  2. Gemes sebenarnya sama DA punyaku, turun naik gitu duh. Memang sih salah saya juga, pas rajin, rajin banget update artikel sampe DA melejit. Eh sekalinya malas, yaudah malas banget. DA anjlok deh huhu

    Ya terlepas dari itu semua, tetap menulis aja terus! Semangat mbaknya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Da juga bisa naik turun ya mbak, kirain semangat aja yang naik turun. Hihihi. Oh iya, Gimana ya agak Da minimal tetap dan max selalu naik?

      Delete
  3. Setuju banget mba, saya menulis juga untuk lebih produktif, memanfaatkan waktu agar tidak berakhir sia-sia.

    ReplyDelete
  4. Ya ampun DA 1 berbulan-bulan sebab tidak post artikel mbak? Saya baru tahu. Bagaimana dengan cernak atau cerpen yaa? Menulis itu bukan cuma bicara bakat, asal diasah terus maka akan berkembang. Semangat dan moga kian produktif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu nulis lalu posting mbak, gak tahu teknisnya gimana.

      Delete
  5. Ya Allah.. ada aja ya orang yang gak suka atas apa yang kita lakukan. Terus semangat, Mbak!
    Salah satu alasan menulisku juga ingin bermanfaat untuk orang lain :)

    ReplyDelete
  6. Terus berkarya mba... Setuju mba, menulis itu menebar manfaat ya mba..Semangat terus mba😊

    ReplyDelete
  7. Setiap menulis kritikan memang selalu Ada mba baik Melalui kata yang sopan ataupun enggak tetep semangat mba

    ReplyDelete
  8. Intinya jangan dengerin omongan orang ya mba. Aku pun dulu sempet tak pede mempublikasikan blogku ke khalayak umum tapi kalau tidak begitu, kapan lagi blog kita akan dikenal orang. Semangatt mbaa

    ReplyDelete
  9. Samaaa mba, aku juga pengen tulisan aku jadi timbangan pemberat kebaikan untuk akhirat kelak.
    Semoga kita dimudahkan ya mba, aamiin.

    ReplyDelete
  10. Aku juga sempat punya masalah dengan omongan orang dan bikin down. Tapi Setelah kupikir2 rugi di aku. Akhirnya nggak kupikirin lagi deh. Masa karena omongan orang, aku harus berhenti berkarya. Semangat ya mbak. DA dan materi itu buah dari konsistensi. Jadi tunjukkan dulu konsistensinya di dunia ini, insya Allah akan ada buah yang manis setelahnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga bisa terus konsisten menulis mabk.

      Delete
  11. Wahhh, suaminya Mbak seperti Mas PW. Mendukung istrinya menulis dan tau apa yang harus dilakukan kalau istrinya lagi turun semangat saat menulis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, soalnya kalau di rumah gak mood, semua kena semprot.

      Delete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Iya yah..kadang omongan orang bikin down ... sama kayak aku awal2 nulis blog, ada yang bilang aq ngemis belas kasihan huhu.. padahal ga blass...

    ReplyDelete
  14. Kerennn menulislah dari hati. Karena akan bernyawa dan dapat menegtuk hati orang lain.

    ReplyDelete
  15. Semangaaat terus mba Linda. Beberapa alasan menulis sama deh kayak aku hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mbak Jihan, semoga aku bisa sama kayak Mbak jihan, konsisten menulis.

      Delete
  16. Menulis bisa menjadi penghilang stress juga ga kak, apa makin stress kalau di kejar DL. Harusnya sie menulis membuat kita jadi lepas segala beban karena udah dituangkan, DA dipikirin pusing kan kak, semangat bulls

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awal awal sih dek, tapi nikmat kalau udah selesai ada rasa bahagia.

      Delete
  17. Awalnya saya juga gitu, yang penting menulis dulu. Ternyata kalau di blog gak cuma teknik menulis yang kudu dipelajari, teknik blogging secara keseluruhan juga perlu banget. Biar tulisan yang udah capek-capek dibuat gak hanya tersimpan rapi di blog, tapi banyak yang baca juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bang, semakin berjalan ke depan di bloggeran, semakin banyak yang gak tahu.

      Delete
  18. Semangat nulis ya mbak..blogging sebagai sarana menulis bisa juga menyimpan rekam jejak kita ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mbak Bayu, aku setuju semoga tergores jejak kebaikan ya.

      Delete
  19. Sampai sekarang masih belajar nulis, ya gitu kadang angot-angotan juga sih nulisnya. Tapi ya balik lagi ke tujuan kita masing-masing menulis untuk apa. Jadi tidak perlu malu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kembali ke niat awal lalu restart lagi semangat ya kak.

      Delete
  20. Saya juga berharap bisa ngeblog untuk investasi akhirat, Mbak. Biar punya jalan lain untuk amal jariyah. Yuuk kita semangaat.

    ReplyDelete
  21. Menulislah dengan alasan apapun, semangat kakak

    ReplyDelete
  22. Mbak, semangat apapun itu memang bisa naik turun. Kalau menurut saya perbanyak berada di lingkungan yang positif jadi semangat kita terus ada. Dan jika ada nyinyiran atau julidan, abaikan saja. itu sirik tanda tak mampu...
    Tetap semangat, terus berkarya..apalagi sedang di kelas Mbak Monica yang memang keren prestasinya! Semoga makin sukses ya!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya allah, Bersyukur sekarang di lingkungan orang-orang baik hati seperti mbak Dian. Tetap semangat mbak.

      Delete
  23. Menulis adalah bekerja untuk keabadian

    ReplyDelete
  24. Investasi akhirat, keren kakak. Saya pun ingin bisa punya investasi akhirat itu. Semoga kita tetap semangat, menulis dengan bahagia ya, kakak

    ReplyDelete
  25. Duh...semangat yah walaupun pada komen negatif. Seenggaknya mereka udah baca. Menulis itu bikin ketagihan sih kalau aku...Bener deh, semoga bermanfaat bagi orang lain...

    ReplyDelete
  26. Betul sekali kak. Jika menulis niatnya beda maka akan cepat lelah dan mudah diintimidasi. Maka menulis lah karena memang ingin menulis, ingin berbagi, dan hal positif lainnya. Tetap semangat ya

    ReplyDelete
  27. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  28. Benar mbak, saya juga pernah berada dititik jenuh dan bertanya "kenapa harus menyibukkan diri dengan tulisan, sementara tak dihargai orang?"

    Dan kata patner hidup, "lakukan saja hal yang membuat bahagia selebihnya lupakanlah".

    Dukungan orang terdekat terutama patner mujarab banget.

    ReplyDelete
  29. Nah...foto samping istri bupati sudah kan. Kayaknya beberapa tahun lagi bakal jadi ibu bupati ini mba

    ReplyDelete
  30. wah berbobot banget mbak :D setuju sama poin menulis menciptakan pikiran positif

    ReplyDelete
  31. Menurutku bakat menulis itu anugrah. Tergantung kita saja dalam memilih tema yang kita angkat. Yang penting yang kita tulis hal-hal yang mengajak kebaikan.. Semangat...

    ReplyDelete
  32. Aku tertohok di bagian terakhir deh - kerjakanlah hal-hal yang tidak kita suka huhu... sebagai kaum rebahan, keknya enaknya leyeh-leyeh dan santai terusss... terima kasih 'tamparan' nya ya mbaaa

    ReplyDelete
  33. Jadi semangat menulis dan terpacu untuk terus menulis. Banyak manfaat dari menulis.

    ReplyDelete
  34. Tulisannya bagus sekali kak, suka deh bacanya.. ^_^

    Hmm kalau alasan saya menulis agar saya ingat apa yang saya pelajari , dan harapannya rangkuman pembelajaran dan pengalaman saya bisa bermanfaat juga bagi oranglain..

    Padahal ya tulisan saya masi standar dan perlu perbaikan disana sini wkwkkw... Learning by doing deh ya kak hihihi

    ReplyDelete
  35. Aku dulu bikin blog jaman-jaman kuliah 2009/2010 buat upload tulisan2 tugas kuliah, jaman belum kenal dunia per blogger an hahhaha... dan banyak dicari sama anak-anak kuliah lain yg sejurusan kan.

    akhirnya malah sekarang keterusan nge blog buat nulis cerita traveling dan life story haha

    ReplyDelete
  36. Sukaaaa banget kalimat terakhir, semacam sayaaahh banget.
    Meksi banyak yang bilang saya terlalu ngoyo, tapi sebenarnya saya nggak ngoyo, saya hanya terbiasa mengerjakan sesuatu sebaik mungkin, meski kadang tidak saya sukai :)

    Misal, menulis atau nonton drakor.
    Sukanya nonton, tapi menulis itu wajib hahaha

    ReplyDelete
  37. Semangat ya kak semoga makin menginspirasi dan jujur aja jadi malu huhu sekarang nulis blog kebanyakan kerjaan sih jarang banget curhat-curhat kaya dulu.

    ReplyDelete
  38. wah kak semoga tetap konsisten yaa menulisnya salut bangett

    ReplyDelete
  39. Nasehat dari parnet hidup istimewa sekali ya, Mbak. Manusia kadang tidak menyukai sesuatu, padahal itu sangat baik baginya dan sebaliknya. Apapun upaya kita dalam hidup, selama positif, InsyaAllah diganjar pahala oleh-Nya ya, Mbak.

    ReplyDelete
  40. Setiap orang yg menulis d blog pasti ada tujuannya masing2 ya mbak, tapi kl menurutku menulis blog meruakan cara kita untuk mengungkapkan ide2 atau info penting yg lerlu dishare agar lembaca tau dan teredukasi

    ReplyDelete
  41. Setuju banget kak, yang pasti menulis bisa mencegah pikun hari tua nanti yess kak hehhee

    ReplyDelete
  42. Wah, tiap blogger pasti ada cerita sendiri ya kenapa ngeblog. Dasarnya memang untuk berbagi.

    Saya rasa kalau menulis fiksi selama dilandasi tanggung jawab kepada-Nya ngga apa-apa. Kan nanti ada tahap editing. Kalau dirasa jalan cerita nggak membawa manfaat, ga usah dilanjutkan.

    Untuk teman yang berkata negatif pasti ada saja. Dasarnya kita berbagi info untuk membantu orang, belum pernah kita lakukan gak apa dan gak masalah juga kan.

    ReplyDelete
  43. tiap penulis pasti punya tujuan menulisnya masing-maisng..apapun itu semoga terus berbagi kebaikan ya mbak linda..syukur2 bisa mendatangkan pundi-pundi hihi

    ReplyDelete

Post a Comment