Kesan dan Pesanku untuk Odop

4 comments

Menemukan Odop, one day one post seperti mendapat oase di tengah tandusnya ilmu tentang literasi. Setelah sekian lama terombang ambing dari group kepenulisan yang satu ke group yang lainnya. Spirit menulisnya terasa di sini. Sesuai namanya one day one post, satu hari satu postingan. Awalnya masuk terasa mustahil bisa melampauinya, di tengah kesibukanku sebagai guru, dan ibu rumah tangga beranak dua. 

            Menulis setiap hari, biasanya aku menulis setelah anak-anak tertidur, terkadang sampai tengah malam. Mengantuk segera lenyap tak kala aku hanyut dalam tulisan, ikut jadi tokoh pada cerita yang kubuat. Setelah cerita selesai ada hormon bahagia yang membuatku bahagia. 

            Namun, selama dua bulan kelas Odop ada juga masa-masa malas menulis, bosan dan terkadang jenuh. Manusiawi! Segera kuhilangkan rasa itu, takut dikeluarkan oleh PJ kelas Odop. Melihat teman satu group sudah post postingan juga memberikan semangat sendiri. Melecut rasa ingin memposting juga. Masa-masa itu sudah terlewat. Pada tanggal 7 November 2019, aku dinyatakan lulus dan termasuk anggota besar dari Odop. 

            Kenang-kenangan materi yang pernah diberikan di Odop, kukumpulkan di group Whatsapp, yang anggotanya hanya diri sendiri, jadi kapanpun dan dimanapun bisa dibaca kembali.

Kesanku bertambah ilmu, bertambah rasa percaya diri dan bertambah saudara di Odop. Luar biasa Odop! Hanya saja ke depannya, untuk materi bisa ditambahkan tentang kaidah kepenulisan. Ini sangat bermanfaat untuk penulis pemula seperti aku.

Sekarang setelah tantangan dari Odop selesai, ada tantangan dari diri sendiri. Apakah diri masih bisa melanjutkan spirit of one day one post? Menulis setiap hari. Nyatanya dalam satu minggu ini, hanya tulisan ini yang terangkai. PJ, penanggung jawab menulis tidak ada lagi, jadi semangatnya kendor. 

Semoga aku dan teman-teman Odoper lainnya mampu melewati tantangan dari diri sendiri. Menulis setiap hari. Kita adalah PJ, penanggung jawab untuk diri sendiri, untuk tetap menegakkan komitmen menulis setiap hari. Jangan biarkan satu hari berlalu tanpa menulis. Kita sudah bersusah payah selama dua bulan berlatih. Jangan sampai kebiasaan itu memudar. Bismillah, semoga komitmen itu menghantarkan kita jadi penulis yang bermanfaat. 

Akhir kata, ungkapan terimakasih kepada PJ group London. Semoga ilmu dan amal kalian semua dalam membimbing dan mengarahkan jadi amal jahiriyah. Mas Rafi, mohon maaf jika Biografi yang dibuat kurang berkenan. Mas Lutfi, yang baik hati dan tidak sombong dalam berbagi ilmu. Mbak Silvana, mohon maaf aku jarang Blog Walking, bukannya disengaja. Mbak Setya, mohon maaf dalam bedah karya kalau kata-kataku sedikit pedas. Kepada teman-teman satu group London, kalian hebat. Semoga kita jadi penulis yang bermanfaat. Aamiin. 


Halaman Sekolah
Linda Puspita di Halaman Sekolah mencoba belajar dan berbagi, mengasah bakat dan berkomitmen untuk selalu produktif dalam menulis. Blogger, Freelance Writer and Teacher.

Related Posts

4 comments

  1. Semoga tetap terjaga semangatnya

    ReplyDelete
  2. Aku Yulia Tanjung dari Tokyo. Salam kenal. Bahasanya santun. Serasa dapat nasehat daru ibu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Yulia. yang nulis memang sudah ibu-ibu. heehe

      Delete

Post a Comment